Medan, sumutbersatu.web.id–Universitas Negeri Medan menjadi
salah satu PTN yang menyelenggarakan seleksi calon guru untuk sekolah
Indonesia di Malaysia. Sekolah tersebut mendidik anak-anak Indonesia
yang Orangtuanya bertugas dan bekerja di Malaysia.
Untuk seleksi di Universitas Negeri Medan sendiri jumlah peserta yang
melamar sebanyak 314 Pendaftar, yang dinyatakan lolos administratif oleh
panitia pusat berjumlah 39 orang yang berhak mengikuti seleksi
Wawancara, Peer Teaching, dan LGD (Leadership Group Discussion). Adapun
rangkaian seleksi tersebut meliputi Kegiatan tes tertulis dan non tulis
(Wawancara, Peer Teaching, dan LGD). Kegiatan CLC ini melibatkan 3 Orang
Pewawancara dari Unimed, 4 orang Sebagai Penilai Peer Teaching dari
Unimed, 1 orang Penilai LGD dari Unimed dan 2 orang sebagai panitia
lokal kegiatan seleksi CLC ini dilakasanakan selama 1 hari.
Seleksi guru ini sudah memasuki tahap yang ke 10. Pelaksanaan tes ini
dilaksanakan di 8 LPTK di Indonesia, salah satunya Unimed. Pelaksanaan
tes berlangsung di gedung Digital Library Lantai IV Unimed, pertengahan
pekan ini. Turut hadir melihat jalannya seleksi ini Wakil Rektor II Dr
Restu MS, Wakil Rektor III Prof Dr Sahat Siagian MPd, Para Dekan dan
Wakil Dekan di lingkungan Unimed. Hadir juga dari Kemendikbud Wastandar
MA PhD, KJRI Kurching Ringgi Perdini.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Prof Dr Sahat Siagian MPd, saat
pembukaan mengatakan, Tes ini sebagai upaya untuk pemenuhan kebutuhan
guru di Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Sarawak Malaysia
tahun 2019. "Xalon guru yang nantinya lolos seleksi dan akan berangkat
ke Malaysia harus siap dengan segala resiko. Mengemban tugas mulia di
sana, kondisinya jauh berbeda dengan kondisi sekolah di kota-kota besar
di Indonesia. Para guru nantinya dituntut untuk mampu menggali potensi
anak-anak Indonesia, sehingga dapat dikembangkan menjadi siswa yang
cerdas dan berkarakter," ujarnya dilansir dari Unimed.ac.id, Minggu
(31/03/2019).
Dijelaskan Prof Sahat, adapun karakter budaya lokal Malaysia juga harus
diintegrasikan dalam pembelajaran. "Karena saudara dan para siswa-siswi
hidup di negara orang dan pastinya telah membaur dengan warga sekitar.
Semoga tes kali ini akan menghasilkan guru yang siap lahir bathin untuk
mengabdikan dirinya demi pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia.,"
harapnya.
Sebagai informasi, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan telah melakukan seleksi administrasi terhadap 3.525 orang
pendaftar dan telah terpilih 400 orang calon guru yang lulus seleksi
administrasi dan akan mengikuti seleksi tahap berikutnya (test tertulis
dan non tulis) di masing-masing LPTK.
Posted by 

comment 0 komentar
more_vert